Beginikah sakitnya hati itu dulu
Milik gadis yang lembut dan setia
Beginikah luka dan parahnya jiwa
Ketika tangan menggenggam surat cinta
Ketika mata meniti baris pemutus kata
Milik gadis yang lembut dan setia
Beginikah luka dan parahnya jiwa
Ketika tangan menggenggam surat cinta
Ketika mata meniti baris pemutus kata
Kau pulangkan kembali hati dan cintaku
Aku terpaku melihat wajahmu yang diam
Telah keringkah air matamu, kekasih
Maka kau kembali seperti dulu
tersenyum dalam bahagia yang panjang ?
Aku terpaku melihat wajahmu yang diam
Telah keringkah air matamu, kekasih
Maka kau kembali seperti dulu
tersenyum dalam bahagia yang panjang ?
Amat payah melupakan hari semalam
Kasih yang telah hilang, kembali datang
Dalam sendu dan kesal tak berhujung
Padamu gadis yang tabah dan pasrah
Kasih yang telah hilang, kembali datang
Dalam sendu dan kesal tak berhujung
Padamu gadis yang tabah dan pasrah
Ku coretkan padamu kata penyambung bicara
Maluku bagaikan terlipat di dalam lembaran itu
Bagaimana nanti, tawamu yang tidak pasti
Atau paling ku ragu dan bimbang
Maluku bagaikan terlipat di dalam lembaran itu
Bagaimana nanti, tawamu yang tidak pasti
Atau paling ku ragu dan bimbang
Maafkan, kiranya aku kau salahkan
Memang mudah mengucapkan, aku menyadari
Percayalah, Jika kau membenci bicaraku kini
Pasti rinduku tak terobat
selamanya..
Memang mudah mengucapkan, aku menyadari
Percayalah, Jika kau membenci bicaraku kini
Pasti rinduku tak terobat
selamanya..
